BERHENTI MENYALAHKAN SEGALANYA

19 Oct
0 comment

BERHENTI MENYALAHKAN SEGALANYA;

Kadang kita tidak sadar selalu mengatakan bahwa kegagalan yang kita alami saat ini diakibatkan keadaan yang tidak mendukung diri kita, selalu saja kita menemukan seribu satu alasan untuk menghindari tanggung jawab bahwa kehidupan kita saat ini merupakan ulah kita. Karena memang lebih mudah untuk meyalahkan keadaan dibandingkan mengambil alih penuh atas kehidupan yang telah kita alami.

Penulis juga pernah merasakan keadaan yang sama, bahwa mengambil tanggung jawab penuh atas keadaan yang tidak ideal lebih sulit untuk diterima dengan lapang dada dibandingkan menyalahkan keadaan di luar diri kita. Namun, apabila kita terus melanjutkan ‘tradisi’ ini, maka kita tidak pernah belajar untuk menjadi tuan atas kehidupan kita sendiri.

Berhenti menyalahkan segalanya memang tidak mudah untuk dilakukan oleh orang yang tidak terbiasa melakukannya. Akan tetapi kalau kita mulai untuk membiasakannya, maka tanpa kita sadari, kita sudah menjadi tuan atas kehidupan kita hingga kehidupan akan menyesuaikan dirinya dengan apa yang kita inginkan.

 

Tips-Tips agar kita tidak mudah menyalahkan segalanya:

  1. Ingat, menyalahkan segalanya (yang sudah terjadi) tidak akan pernah merubah nasib kita menjadi lebih baik.
  2. Belajar untuk menerima segala keadaan yang sudah terjadi membuat diri kita memiliki kekuatan untuk merubahnya sesuai dengan apa yang kita inginkan.
  3. Kalau kita terlalu fokus mengevaluasi faktor eksternal, kita tidak bisa memperbaiki diri sendiri. Kegagalan yang terjadi malah tidak membuat kita belajar. Akibatnya, kita bisa mengalami hal yang serupa atau malah lebih parah di kemudian hari.
  4. Terlalu sering melempar kesalahan membuat kita cenderung suka mengkambinghitamkan orang lain. Hal ini bisa membuat hubungan kita dengan orang lain renggang karena perbedaan pendapat.
  5. Lakukan Self compassion (penerimaan diri). Belajar menerima diri berarti kita menerima segala aspek-aspek kekurangan dari diri kita yang tidak kita sukai.
  6. Jangan terlalu sering mengevaluasi kekurangan. Sekecil apapun perubahan atau usaha untuk menjadi lebih baik juga harus dapat penghargaan, supaya kita semakin semangat dan bisa mengurangi stres dari proses yang kita lalui.
  7. Setiap kejadian yang sudah terjadi merupakan hikmah yang bisa dipetik sebagai pembelajaran yang takkan bisa ditebus oleh seberapa pun banyaknya rupiah yang kita miliki, karena ada pepatah yang berbunyi: “Pengalaman adalah guru terbaik”.

 

Rujukan: https://satupersen.net/blog/self-serving-bias

Leave your thought