KITA ADA UNTUK MEREKA

11 Oct
0 comment

KITA ADA UNTUK MEREKA;

Ketika kita memutuskan untuk memiliki seorang anak, sadarkah kita bahwa di balik keputusan tersebut ada tanggung jawab besar yang akan menanti kita, yaitu memastikan mereka menjadi anak-anak yang memiliki akhlak mulia.

Kadang ketika kita memutuskan untuk memiliki anak, yang lebih sering ada di benak kita adalah memenuhi kebutuhan jasmani mereka semata. Kita lupa berusaha membentuk akhlak mulia yang harus mereka miliki. Pertanyaannya: bagaimana kita bisa membentuk akhlak mulia mereka kalau saja kita tidak pernah hadir dalam masa-masa tumbuh kembang mereka selama ini?

Kita serahkan pendidikan akhlak mulia ini kepada pihak luar sambil berharap bahwa merekalah yang akan mengajarkannya. Kita pikir itu merupakan tanggung jawab mereka, dan mereka pasti akan mengajarkannya. Padahal mendidik akhlak mulia kepada anak tidaklah mudah adanya, karena membutuhkan usaha yang keras dan berkesinambungan, karena orang tua harus memastikan bahwa sang anak benar-benar paham apa itu akhlak mulia dan bagaimana prakteknya dalam kehidupan sehari-hari, dan (bahwa) akhlak mulia itu sangat penting untuk mereka miliki.

Kalau para orang tua tidak mau mengajarkan anak-anaknya, maka sampai kapan pun anak-anak mereka itu tidak akan pernah dapat memilikinya. Dan apabila kita tidak paham akan hal ini, maka jangan salahkan anak-anak kita kalau (seandainya) kelak mereka berani melakukan tindakan-tindakan di luar norma yang ada, karena orang tua mereka tidak pernah hadir mengajarkan akhlak mulia kepada mereka.

Jika anak sering mendapat perlakuan tidak baik, maka akan mempengaruhi pola tumbuh kembang anak. Banyak di luar sana orang tua yang berdalih bahwa mendisiplinkan anak harus dengan cara memukul atau sanksi fisik sebagai hukuman agar anak jera. Padahal memukul anak akan membuat mereka tumbuh sebagai pribadi yang agresif dan berperilaku buruk, juga meningkatkan risiko depresi saat remaja.

Tips-Tips agar kita mau meluangkan waktu untuk anak-anak kita:

  1. Kehadiran kita dalam masa-masa tumbuh kembang mereka menentukan masa depan mereka kelak.
  2. Jangan mengandalkan pihak luar mewakili kita dalam membentuk diri anak-anak kita. Karena apabila ada yang salah, maka kita tidak dapat mengulang waktu (yang telah terjadi).
  3. Setiap anak dititipkan oleh Tuhan kepada orang tuanya masing-masing, bukan kepada orang-orang yang tidak melahirkannya. Karena ada tanggung jawab besar di sana yang hanya sanggup dipikul oleh para orang tuanya tersebut.
  4. Mendidik dan memberi pengertian pada anak itu harus dengan cara yang lemah lembut, dan diberengi dengan kasih sayang agar anak, baik yang masih kecil maupun sudah remaja (bahkan yang sudah dewasa sekalipun) dapat menerima nasihat dengan mudah.

Rujukan: https://www.kompasiana.com/irenealvia/5daebd860d823019a02b4ba2/peran-orang-tua-terhadap-pendidikan-akhlak-anak

Leave your thought