BERHARAP PUJIAN

11 Jul
0 comment

BERHARAP PUJIAN; Kadang kita di dalam hidup ini sangat berharap pujian orang lain kepada diri kita, dan apabila tidak ada orang yang memuji, kita merasa hidup ini tidak patut untuk dirayakan, sehingga kita berusaha mati-matian untuk mendapatkan pujian dari mereka, apa pun caranya.

Kita seperti ‘kecanduan’ pujian dari manusia. Seolah-olah tanpa pujian, kita seperti kehilangan semangat hidup. Padahal pola pikir yang seperti ini membuat kita hidup di alam fantasi, yaitu alam yang penuh dengan kebohongan, akan tetapi kita tertipu dengannya, di mana kita menganggap orang-orang memuji kita karena kita memang layak mendapatkannya. Ini dapat membuat kehidupan kita ‘terkurung’ dengan pujian mereka.

Kita pun menganggap pujian dari mereka sebagai ‘bahan bakar’ kita untuk melompat lebih jauh dalam kehidupan kita. Akibatnya, sampai kapan pun kita akan mengalami kesulitan untuk meraih impian yang kita inginkan, karena yang kita tuju adalah pujian manusia, bukan impian kita yang sesungguhnya.

Di dalam agama, jelas kita dilarang untuk berharap pujian dari manusia dalam beramal atau berbuat segala sesuatunya, karena belum tentu pujian yang datang dari mereka adalah pujian yang tulus dan berharap kebaikan untuk diri kita. Namun kadang ‘bawaan’ manusia adalah sulit untuk melihat kebahagiaan manusia lain, tetapi bahagia ketika melihat manusia lain hilang kebahagiaan dari sisinya.

Jadi jangan sampai kita terjebak dalam pujian manusia, karena pujian manusia bisa diibaratkan ‘pasir penghisap’ kehidupan. Apabila manusia tidak berhati-hati dengannya, maka tanpa kita sadari, kita sudah terjebak di dalamnya sehingga kita pun sulit keluar menyelamatkan diri dari bahaya yang mengintai kehidupan kita. Maka, masihkah kita berharap pujian dari manusia?

 

Tips-tips agar kita tidak terjebak dalam pujian manusia

  1. Sadarilah ketika kita sedang dipuji oleh orang lain, maka itu berarti Tuhan sedang menyembunyikan aib kita kepada mereka, sehingga mereka tidak sadar dengan banyaknya kekurangan yang kita miliki. Jadi, jangan sampai pujian membuat diri kita menjadi sombong.
  2. Ujian itu ibarat kita sedang meminum racun yang akan membunuh diri kita secara perlahan-lahan apabila kita tenggelam dengannya. Kalau kita tidak siap dengannya, janganlah kita menanti-nantikan pujian untuk datang menghampiri diri kita, apalagi dengan berusaha untuk menjemputnya, atau mencari-cari. Maka jadikanlah pujian sebagai pengingat bahwa masih banyak hal yang perlu kita perbaiki.
  3. Pujian adalah ujian terberat bagi manusia yang diberikan oleh Tuhan, karena banyak manusia yang tidak sanggup untuk mengambil konsekuensinya, yaitu lupa akan dirinya.
  4. Pujian membuat kita mudah ditipu. Ada pujian yang dilakukan untuk ‘menjilat’ kita. Hal tersebut membuat kita tidak bisa berpikir jernih dan logis.

 

~ sumber rujukan: https://www.idntimes.com/life/inspiration/thariq-bintoro/mengharap-pujian-c1c2?page=all 

Leave your thought