BERPIKIR OBJEKTIF

05 Jun
0 comment

BERPIKIR OBJEKTIF;

Setiap orang pasti memiliki cerita dalam kehidupannya sendiri yang membentuk pola pikirnya saat ini. Kita kadang mudah untuk berpikir hal negatif kepada orang lain, karena kita melihat perilaku yang mereka tunjukkan pada saat ini yang tidak sesuai dengan kriteria kita. Padahal kita tidak tahu jalan cerita sebenarnya di balik itu semua.

Ini yang kadang membuat kita mudah untuk membenci seseorang, padahal kalau saja kita mau berusaha mengenal cerita hidup mereka, kita bisa saja menjadi paham mengapa mereka melakukan hal yang kita benci tersebut. Bukan berarti hal yang salah kita benarkan, namun pastinya setiap orang memiliki alasan masing-masing atas perbuatan mereka.

Kita pun kadang ketika berbuat kesalahan, ingin segera dimengerti oleh orang lain. Tetapi pertanyaannya, mengapa kita sulit untuk mengerti ketika orang lain yang berbuat salah kepada diri kita? Jangan-jangan (ternyata) orang yang kita benci itu mempunyai jasa yang sangat banyak kepada negara kita tercinta, Indonesia. Entah dia itu pahlawan yang tidak dikenal oleh sejarah; pernah memberikan ilmu atau kontribusi kepada orang lain, bahkan kepada kita; atau mungkin seorang atlit Sea Games yang mengharumkan nama bangsa dan negara.

 

Tips-Tips agar kita dapat berpikir objektif terhadap perilaku orang lain yang tidak ideal menurut kita

  1. Benci perilakunya tetapi jangan orangnya, karena kadang kita tidak tahu alasan di balik perilaku tersebut.
  2. Setiap orang dibesarkan oleh lingkungan berbeda-beda satu dengan yang lainnya, membuat setiap diri kita unik. Kenali dulu orangnya dengan baik, maka kita bisa bijak kepada siapa saja.
  3. Cerita hidup setiap orang mencerminkan perilakunya saat ini, sehingga kita bisa memahami ajaran agama yang melarang kita agar jangan mudah berburuk sangka kepada orang lain, karena kita tidak mengetahui cerita dibaliknya.
  4. Melihat suatu permasalahan -ataupun seseorang- dari berbagai sisi akan membuat kita menjadi lebih objektif, dan dapat menghindarkan kita dari kekeliruan saat mengambil keputusan dan tindakan nantinya.
  5. Sadari bahwa kekurangan dalam diri sendiri itu pasti ada. Setelah menyadarinya, hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah mencari cara untuk mengatasi kekurangan dalam diri kita tersebut. Mintalah bantuan kepada orang lain untuk membantu kita mengoreksi diri. Tindakan ini, selain meningkatkan hubungan sosial, ternyata juga dapat membantu melatih pola pikir objektif.
  6. Tak hanya kepada manusia, kepada Tuhan pun kita tetap harus dapat berpikir secara baik, jernih, dan obyektif. Jangan hanya karena (merasa) hidup serba sengsara dalam menghadapi ujian kehidupan, lalu dia merasa seolah-olah Tuhan tidak pernah menolongnya.

( sumber: https://www.idntimes.com/life/inspiration/eva-yuniarti/cara-berpikir-objektif-ke-berbagai-hal-c1c2 ,

https://id.quora.com/Apa-itu-berfikir-obyektif-dan-subyektif-Bagaimana-contohnya )

Leave your thought