HIDUP BANYAK GAYA

26 Feb
0 comment

HIDUP BANYAK GAYA;

Apabila gaya hidup yang menjadi tujuan utama kehidupan kita, bersiaplah untuk kecewa, karena manusia itu makhluk yang tak pernah ada kata puasnya. Kita selalu ingin lebih, bahkan kalau bisa kita ingin memiliki semuanya. Ketika sudah memiliki satu, kita ingin memiliki dua. Ketika kita sudah memiliki apa yang kita inginkan, kita ingin memiliki yang lain, begitu seterusnya –memang itu sudah merupakan kodrat manusia memiliki banyak keinginan.

Apabila kita tidak pandai mengendalikannya, maka hal itu yang akan mengendalikan kehidupan kita, karena kita lebih mementingkan gaya hidup daripada manfaat yang bisa kita berikan kepada sesama dengan prestasi maupun karya yang kita miliki. Kadang manusia itu terjebak di dalam kehidupannya karena banyak gaya. Padahal ketika kita belum siap memiliki gaya hidup yang kita inginkan, maka gaya hidup tersebut akan berbalik menekan kehidupan kita, karena kehidupan menilai belum waktunya kita memiliki gaya hidup tersebut.

Yang seharusnya menjadi tujuan utama dalam hidup ini adalah apabila kita berhasil memiliki karya atau prestasi yang bermanfaat bagi sesama, bukan gaya hidup kita, supaya kita tidak cepat merasa kecewa apabila gaya hidup yang kita inginkan belum menjadi bagian dari kehidupan kita.

Tips-Tips agar kita tidak menjadikan gaya hidup menjadi alasan kita hidup

  1. Pikirkan apakah gaya hidup yang kita inginkan tersebut hanya sekedar nafsu belaka, atau memang kita sangat membutuhkannya.
  2. Gaya hidup yang tidak kita butuhkan selalu berbanding lurus dengan masalah yang akan kita hadapi di kemudian hari. Apakah semua itu setimpal dengan pengorbanan yang kita lakukan?
  3. Selalu menimbang dengan bijaksana antara kebutuhan dan sekedar keinginan Karena keduanya memiliki konsekuensi yang berbeda, maka pilihlah selalu konsekuensi yang sanggup kita terima.
  4. Banyak orang lupa, keren itu di mata Allah. Bukan di mata manusia. Akibat kebanyakan gaya. Maka akhirnya banyak tekanan. Maka hiduplah dengan cara yang keren di mata Allah saja, tidak perlu pusing dengan penilaian manusia.
  5. Manusia sering lupa, gaya hidup sederhana itu ada pada sikapnya. Misal, Mark Zuckerberg si ‘raja sosmed’ pemilik Facebook, Instagram, dan WhatsApp; tampil sederhana ke mana-mana bukan berarti dia itu miskin. Buat apa beli barang yang tidak dibutuhkan. Buat apa bergaya hidup cuma ikut-ikut orang.
  6. Sederhana itu kebiasaan hidup yang jadi perilaku. Bukan narasi, bukan omongan. Kalau memang gak cukup, gak usah maksa. Karena bersahaja itu lebih keren daripada bergaya. Karena sederhana itu lebih hebat dari berpura-pura kaya.

( sumber: https://www.kompasiana.com/syarif1970/5d5b49b80d823025df5fd883/banyak-gaya-banyak-tekanan?page=all# )

Leave your thought