Menjadi Orang Baik

29 Jul
0 comment

Menjadi Orang Baik; Di dunia ini ada hukum tarik-menarik: kebaikan akan menarik kebaikan, dan kejahatan akan menarik kejahatan.

Kalau kita berbuat jahat, maka orang-orang yang jahatlah yang akan menghampiri kehidupan kita. Saya ingin tanya kepada pembaca yang budiman, adakah orang yang tidak menyukai orang baik? Apakah ada di antara kita yang suka dengan orang jahat? Bahkan orang yang jahat saja menyukai orang baik, apalagi orang yang baik, pasti menyukai orang baik juga.

Orang yang paling jahat sekalipun tidak mau dijahati, pasti mereka maunya orang lain baik kepada mereka. Itu artinya sudah menjadi kodrat manusia: suka dengan kebaikan. Tetapi pertanyaannya, mengapa masih saja ada orang yang berbuat jahat kepada orang lain? Apakah mereka tidak sadar ada hukum tarik-menarik ini? Orang yang terus berbuat jahat biasanya merasa keadaanya baik-baik saja sehingga dia terus saja berperilaku demikian. Dia tidak mengetahui bahwa ada masalah besar yang menanti orang jahat di ujung kehidupannya. Orang itu dibiarkan oleh Tuhan untuk terus melakukan kejahatannya berulang kali, meski orang-orang di sekelilingnya sudah banyak yang menasihatinya agar tidak berperilaku jahat, tetapi dirinya tidak mau mendengarkan. Dan kalau dia tidak sadar-sadar juga, maka dia harus siap menanggung konsekuensi yang akan dia dapatkan dari Tuhannya, karena setiap perbuatan manusia pasti akan ada balasannya. Tinggal menunggu waktu saja akan datangnya balasan itu.

Sebaliknya, bagi orang-orang baik hidupnya pasti akan beruntung. Teruslah kita menjadi orang baik karena orang yang baik akan terus dinaungi kebaikan. Sedangkan keberuntungan dunia seperti kekayaan, anak, istri, keluarga yang baik dan harmonis, itu hanya merupakan ‘bonus’ saja dari Tuhan, karena di akhir nanti akan ada balasan yang jauh lebih baik dari semua itu. Nah, agar kita konsisten menjadi orang baik, perhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Jangan pernah lupa akan hukum tarik-menarik di dunia ini: kebaikan akan menarik kebaikan, dan kejahatan akan menarik kejahatan.
  2. Keberuntungan itu dinilai dari kebaikan-kebaikan yang jumlahnya banyak yang menghampiri kehidupan kita, tidak pernah sebaliknya. Oleh karena itu teruslah konsisten dalam berbuat kebaikan karena perbuatan itu tidak pernah membohongi hasilnya, karena itu sudah merupakan janji Tuhan.
  3. Jangan menilai keberuntungan (hanya) dari harta benda, jabatan, dan penampilan luar kita saja, tetapi lihat juga dari kebahagiaan, kesehatan, dan ketenangan dalam kehidupan ini. Karena buat apa kita kaya kalau sakit-sakitan? Atau keluarga kita berantakan? Buat apa kita bersenang-senang kalau anak-anak kita terkena narkoba? Materi yang berlimpah tidak dapat membeli kebahagiaan.
  4. Siapkan stamina dan kesabaran yang melimpah dan tak ada habisnya. Karena kita baru ‘belajar’ menjadi orang baik, belum benar-benar sudah baik. Belajar dan berlatih menjadi baik itu bagaikan naik ke gunung, sedangkan menjadi pribadi yang buruk atau jahat itu seperti turun gunung –sangat mudah, tak perlu usaha keras.

( sumber: https://www.pendidikankarakter.com/4-rahasia-menjadi-orang-baik/2/ )

Leave your thought