Si Raja Kecil

25 Jun
0 comment

Si Raja Kecil; Mungkin sebagai orang tua, pernah secara tidak sengaja atau tanpa disadari kita mengajarkan sikap yang salah kepada anak-anak kita. Misalnya kalau anak kita berbuat salah, kita diam saja tidak menegurnya. Dan kalau orang lain menegur kesalahan anak-anak kita, kita malah marah karena dianggap ikut campur dalam mendidik anak kita, padahal kita tahu bahwa anak kitalah yang salah.

Kalau terus kita biarkan sikap-sikap seperti itu, maka anak merasa menjadi ‘raja kecil’. Mereka akan berbuat semena-mena kepada orang lain. Perintah sana, Perintah sini. Tak peduli dengan nasihat dan teguran orang lain. Itu artinya kita secara tidak langsung sudah menghancurkan masa depan anak-anak kita. Karena sikap-sikap yang salah seperti mau menang sendiri, egois, tidak mau mendengar masukan orang lain itu tidak disukai oleh banyak orang.

Bisa dibayangkan bagaimana masa depan anak-anak kita, bagaimana nasib mereka kalau sikap-sikap yang salah itu melekat pada diri mereka. Pasti mereka akan dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya. Dan kalau sudah seperti itu, bagaimana anak-anak kita bisa bertahan di masa depan, karena kita pun lebih senang dengan orang yang memiliki sikap baik, peduli dengan sesama, dan sebagainya.

Orang yang baik pasti dikelilingi oleh orang-orang yang baik, begitu pula sebaliknya. Maka kalau kita ingin anak-anak kita dikelilingi oleh orang-orang yang baik, maka ajarkanlah anak-anak cara bersikap yang baik:

  1. Ajarkan sikap-sikap yang baik itu seperti apa dengan cara mencontohkannya terlebih dahulu. Jangan sampai kita ingin anak-anak kita memiliki sikap yang baik, namun kita sendiri sebagai orang tua mereka tidak pernah mencontohkannya. Mereka tidak memiliki role model yang dapat mereka tiru.
  2. Berikan masukan-masukan kepada anak-anak kita mengenai sikap-sikap yang baik agar anak-anak memiliki pengetahuan dan wawasan seperti apa sikap-sikap yang baik itu. Karena anak-anak belum memiliki database yang lengkap mengenai semua itu. Jangan sampai kita berpikir hanya dengan mencontohkan saja sudah cukup, harus juga ditambah dengan masukan-masukan tersebut yang akan memperkaya pemahaman anak-anak kita.
  3. Tegur dengan cara yang baik kalau anak-anak kita tidak melakukan sikap baik yang sudah kita ajarkan. Jangan sampai kita biarkan begitu saja. Tapi jangan menegurnya di depan orang banyak, karena anak-anak kita pun memiliki harga diri yang harus kita jaga. Jangan sampai terlukai hatinya. Tujuan dari menegur kesalahan anak kita adalah supaya mereka menyadari ada sikap mereka yang harus diperbaiki.
  4. Untuk anak usia dini/balita, mungkin bisa dimaklumi. Mereka tidak mau diatur apalagi dikekang karena rasa ingin tahunya yang besar. Namun, kebebasan itu bukan tanpa batas. Bersikap sewajarnya saja karena memang seperti itulah perkembangan otaknya.

( sumber: http://www.reallifeedu.com/2017/10/19/anak-usia-0-7-tahun-sang-raja-kecil/ )

Leave your thought