Mengubah Nasib

12 May
0 comment

Mengubah Nasib;

Kalau ingin hidup kita menjadi lebih baik dari sebelumnya, maka tidak ada pilihan lain selain berupaya semaksimal mungkin untuk mengubahnya. Karena Tuhan sudah memberikan wewenang ini 100% kepada manusia agar mereka mau mengubah dirinya sendiri sebelum Tuhan ‘membantu’ merubahnya, sebagaimana yang sudah Dia firmankan: “Sesungguhnya Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri.”

Ini artinya kita tak boleh berpangku tangan kepada nasib. Justru kita harus menjadi ‘tuan’ atas nasib kita sendiri. Tetapi ingat, manusia hanya bisa berusaha, tetap Tuhan jualah yang mengizinkan nasib kita berubah atau tidak. Maka jangan lupa berdoa, dan jangan pula kecewa apabila ada sesuatu yang (ternyata) di luar rencana kita, karena Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.

Lucunya, banyak manusia ingin hidupnya menjadi lebih baik dan berkecukupan, tapi tidak mau bekerja keras dan disiplin memberikan prestasi terbaik. Apalagi berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, di mana akhirnya banyak orang membutuhkan jasa dan produk kita, yang akhirnya membuat hidup kita menjadi lebih baik dan berkelimpahan.

Kita ingin orang menyayangi kita, tapi kita tak pernah peduli dengan kesulitan yang dialami oleh orang lain. Kita hanya memikirkan diri sendiri, seolah-olah hanya kita yang memiliki masalah di muka bumi ini. Bagaimana orang lain bisa sayang pada kita kalau kita tidak peduli dengan mereka?

Berikut hal-hal yang harus ditanamkan pada diri kita kalau ingin mengubah nasib menjadi lebih baik:

  1. Sadarilah bahwa nasib kita sepenuhnya adalah tanggung jawab kita sendiri, karena tak seorang pun di dunia ini yang akan peduli dengan nasib kita. Karena orang lain pun memiliki masalah yang harus mereka hadapi oleh diri mereka masing-masing.
  2. Bermanfaatlah bagi kehidupan orang lain, sebanyak mungkin.
  3. Berbuatlah yang terbaik, always, jangan setengah-setengah. Karena Tuhan pun akan menilai perbuatan dan hasil karya kita.
  4. Ketika terjadi kesalahan, ada yang tidak berjalan lancar, tak perlu merengek atau mengeluh dengan nasib buruk yang menimpa. Sikap terbaik adalah belajar dari apa yang terjadi, memperbaiki setiap kesalahan, dan kembali melanjutkan hidup sebaik mungkin.
  5. Bertindak tanpa ilmu bagaikan berjalan di kegelapan. Sebagaimana sabda Nabi: “Siapa yang ingin sukses di dunia, hendaklah (diraih) dengan ilmu. Siapa ingin sukses di akhirat, hendaklah dengan ilmu. Dan Siapa yang ingin sukses di dunia dan akhirat, hendaklah dengan ilmu.” Oleh karena itu, milikilah ilmunya –sesuai bidang yang dibutuhkan.

( sumber: https://kumparan.com/redaksiportalmadura/ini-8-tips-untuk-merubah-nasib-dalam-islam-1541959009304857808/full )

Leave your thought