Sikap Pantang Menyerah

20 Apr
0 comment

Sikap Pantang Menyerah; Menanamkan sikap tidak pernah menyerah dalam kehidupan anak-anak adalah sikap yang wajib kita tanamkan kepada anak sejak usia mereka sedini mungkin. Mengapa?

Bukti-bukti di lapangan maupun berbagai kajian ilmu menunjukkan bahwa tinggi-rendahnya prestasi seseorang itu lebih banyak diperankan oleh keahlian mental, seperti semangat pantang menyerah ini dibandingkan dengan keahlian kerja seperti skill komputer atau ilmu-ilmu teknik lainnya. Kalau melihat sifat yang melekat pada orang dewasa, entah itu sifat positif atau negatif, selalu saja ada sifat yang bisa disebut sebagai sifat hasil bawaan dan sifat hasil pengkondisian (baca: pendidikan dan lingkungan). Hampir seluruh sifat bawaan anak bisa dikatakan sebagai sifat hasil pengasuhan orangtua saat waktu masih kecil.

Artinya, orangtua yang sejak awal menyadari pentingnya menanamkan semangat pantang menyerah, maka akan menjadi sifat bawaan yang akan sulit diubah atau akan muncul secara alami dalam diri anak ketika nanti dewasa. Kapan ini mulai penting ditanamkan? Menanamkan motif yang positif dapat kita lakukan sejak usia balita –dengan cara, dengan media, dan dengan bentuk yang bisa diterima oleh anak.

Mengapa kita masih suka mengeluh kalau memiliki masalah, itu dikarenakan sejak kecil kita jarang diajarkan untuk menyikapi suatu masalah itu dengan positif (bahwa) kita dapat menyelesaikan masalah yang menghampiri kita. Bahkan kadang kita sebagai orang tua seperti tidak yakin anak kita sendiri dapat menyelesaikan masalahnya. Kita merasa harus terus ikut campur dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Lalu kapan mereka bisa belajar menyelesaikan masalah yang menghampiri kehidupan mereka kalau kita sebagai orang tua selalu bersikap sebagai ‘Superman’?

Maka di sini kita harus menanamkan sikap tidak mudah menyerah kepada anak-anak kita. Yakinkan mereka dapat menyelesaikan setiap masalah dalam hidupnya, karena Tuhan takkan pernah memberikan masalah di luar kemampuan kita, termasuk kepada anak-anak kita.  Beberapa hal berikut ini sudah sepatutnya kita perhatikan:

  1. Yakinkan anak bahwa di dalam kehidupan ini pasti kita mengalami masalah, tetapi cara kita menyikapi masalah itulah yang paling penting untuk kita miliki.
  2. Beritahukan kepada anak bahwa setiap masalah yang hadir di dalam kehidupan ini pasti sudah dalam ‘takarannya’, bahwa manusia itu mampu menyelesaikannya –karena itu sudah merupakan janji Tuhan.
  3. Perbanyak dorongan ketimbang batasan, terutama batasan mental. Menentang pilihan anak dapat menjadi penghalang yang membuat dia takut atau tidak PD untuk mencoba sesuatu. Kalau pun harus melarang, sebisa mungkin kata-katanya kita ganti dengan dorongan.

( sumber: https://sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/tips-parenting/pantang-menyerah-pada-anak-anak.html )

Leave your thought