Anak Berani Hadapi Masalah

08 Apr
0 comment

Anak Berani Hadapi Masalah; 

Selama kita masih hidup di dunia ini, maka masalah pasti akan selalu datang, silih berganti. Sebagai orang tua, kita harus mengajarkan anak-anak kita untuk selalu siap menghadapi masalah. Karena kalau sejak usia dini anak-anak kita terbiasa menghadapi masalah, mereka pasti akan memiliki mental yang kuat dalam menghadapi setiap masalah yang hadir di dalam kehidupan mereka.

Banyak orang dewasa di luar sana yang memutuskan lari dari masalah yang terjadi dalam kehidupan mereka. Bukan dikarenakan mereka tidak mau bertanggung jawab, tetapi mereka takut untuk menghadapi konsekuensi dari masalah tersebut. Karena sejak kecil mental mereka tidak pernah dilatih untuk menghadapi masalah. Orang tua merekalah yang selalu mengambil alih masalah atau persoalan yang mereka hadapi sejak kecil hingga mereka dewasa (dengan alasan mereka sangat menyayangi anak-anak mereka, takut kalau anak-anak mereka tidak sanggup menyelesaikan masalah atau persoalan yang mereka hadapi).

Kita secara tidak sadar mematikan ‘otot keberanian’ anak-anak kita. Padahal kalau sejak kecil mereka diajarkan untuk berani menghadapi atau menyelesaikan masalah yang mereka hadapi atau perbuat, mereka akan tumbuh menjadi manusia-manusia yang berani menghadapi masa depannya.

Agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang kuat dan selalu siap menghadapi masalah apa pun yang menghampiri meeka, maka hal-hal berikut ini perlu kita lakukan:

  1. Jadilah mentor bagi anak-anak kita ketika mereka menghadapi situasi sulit atau konflik, dan janganlah kita yang langsung terjun untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi atau perbuat agar mereka bisa belajar dari situasi sulit atau konflik tersebut untuk diambil hikmahnya.
  2. Ajarkan kepada anak bagaimana cara mengelola konflik atau situasi sulit tersebut agar mereka tahu cara terbaik dalam menghadapinya.
  3. Buatlah anak memahami bahwa di dalam kehidupan ini kita pasti menghadapi masalah, tetapi berani menghadapi masalah yang terjadi adalah sebaik-baiknya manusia.
  4. Biarkan mereka belajar dari kesalahan. Jangan terburu menyudutkan anak saat apa yang dilakukannya tak sesuai dengan harapan. Biarkan anak memahami bahwa kesalahan adalah konsekuensi dari keputusannya dan pembelajaran untuk menghadapi permasalahan yang sama di kemudian hari.
  5. Tanamkan pentingnya bertanggungjawab sejak dini. Ini akan membantu anak agar kuat dalam menghadapi masalah di masa mendatang. Termasuk juga tentang bagaimana memberikan pengertian agar anak tidak mudah melemparkan tanggungjawab kepada orang lain dan mengakui kesalahan yang dilakukannya.

( sumber: https://www.popmama.com/big-kid/10-12-years-old/winda-carmelita/cara-mengajarkan-anak-agar-kuat-menghadapi-masalah )

 

Leave your thought