Mendidik Anak Bertanggung jawab

31 Mar
0 comment

Mendidik Anak Bertanggung jawab; Banyak anak yang ketika dewasa menjadi manusia-manusia yang tidak memiliki rasa tanggung jawab di dalam hidupnya, karena mereka tidak dibiasakan sejak kecil mengenal rasa tanggung jawab di dalam kesehariannya. Mereka terbiasa dilayani oleh orang-orang dewasa di sekitar mereka, baik pembantu rumah tangga, maupun orang tua mereka.

Padahal tanggung jawab adalah hal yang harus diajarkan kepada anak-anak sedini mungkin, karena hal ini merupakan bagian dari pendidikan karakter seorang anak manusia. Nah, karena tidak dibiasakan sejak kecil, akhirnya ketika dewasa mereka menjadi orang-orang yang suka melepaskan tanggung jawab dalam banyak hal – bahkan di segala bidang kehidupan mereka. Mereka merasa tidak memiliki kewajiban di dalam kehidupannya untuk menyelesaikan segala urusannya dengan tuntas, karena mereka pikir (pasti) ada yang akan mengerjakannya. Mereka tahunya semua beres, meskipun seharusnya mereka yang bertanggung jawab dalam menyelesaikannya.

Mendidik anak agar bertanggung jawab sejak usia sedini mungkin itu wajib hukumnya, karena sikap baik apa pun kalau tidak dibiasakan sejak kecil akan sulit untuk menjadi sebuah karakter di dalam diri anak-anak kita. Berikut ini perlu diperhatikan oleh para orang tua yang ingin mendidik anaknya agar menjadi anak yang bertanggung jawab:

  1. Sadari bahwa umur kita sebagai orang tua terbatas dalam menemani tumbuh kembang anak-anak kita. Oleh karena itu mulailah sejak usia sedini mungkin anak-anak kita diajari memiliki rasa tanggung jawab di dalam kehidupannya.
  2. Mulailah dari hal yang sederhana yang anak kita bisa pahami mengapa harus memiliki sikap tanggung jawab di dalam kehidupan ini.
  3. Berikan kepercayaan kepada anak untuk berbuat sesuatu yang ada pembelajaran tentang sikap tanggung jawab di situ, agar – tanpa mereka sadari – mereka melakukan sikap tanggung jawab ini dengan praktek (langsung). Karena sekedar nasehat belaka akan sulit bagi mereka untuk memahami bagaimana caranya bertanggung jawab. Tetapi dengan praktek, akan jauh lebih mudah untuk mereka pahami.
  4. Orangtua juga perlu menjelaskan tentang konsekuensi yang akan dihadapi anak jika ia tidak menjalankan tugas. Konsekuensi atau risiko yang jelas akan menjadi ‘ancaman’ bagi anak untuk melalaikan tanggung jawabnya.
  5. Jangan memaksakan kehendak, apalagi marah-marah. Anak hanya mau melakukan apa yang diperintah karena ketakutan, bukan tertanam baik di dalam dirinya. Ajarkan setiap hal dengan perlahan namun tegas.
  6. Setiap orang tua harus sabar mendidik anak dan membiasakan banyak hal baik padanya. Perlu waktu agar ia paham dan terbiasa menyelesaikan tugasnya.

( sumber: https://www.fimela.com/parenting/read/3809255/7-cara-mengajarkan-tanggung-jawab-terhadap-anak )

Leave your thought