Merubah Nasib

26 Mar
0 comment

Merubah Nasib; Bukankah Nabi pernah menyampaikan kepada umatnya: “Sesungguhnya Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri.”?  Maksudnya, kalau kita ingin keadaan kehidupan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya, maka wajib bagi kita hukumnya untuk mau mengubah diri sendiri. Karena Tuhan pun memberikan wewenang ini 100% kepada manusia agar mereka mau mengubah dirinya sendiri sebelum Tuhan membantu untuk merubahnya.

Di sini kita tidak boleh berpangku tangan kepada nasib. Justru kita harus menjadi ‘tuan’ atas nasib kita sendiri. Namun tentu saja kita tidak boleh menjadi sombong dan menafikan Tuhan, karena bagaimanapun juga kemampuan manusia itu terbatas. Manusia hanya bisa berusaha, tetapi Tuhan jualah yang mengizinkan nasib kita berubah atau tidak, supaya kita tidak cepat mengalami kekecewaan apabila ada sesuatu di luar rencana kita –Tuhan lebih mengetahui rencana apa yang terbaik untuk kita.

Kadang manusia ingin kehidupannya menjadi lebih baik dan berkecukupan, tapi tidak mau bekerja keras dan disiplin memberikan prestasi terbaik. Pernahkah kita berpikir bagaimana caranya kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama? Dimana akhirnya banyak orang membutuhkan jasa dan produk kita? Hal tersebut yang sesungguhnya akan membuat hidup kita menjadi lebih baik.

Kita ingin banyak orang menyayangi kita, namun kita tidak peduli dengan kesusahan orang lain. Kita hanya memikirkan diri kita sendiri. Seolah kitalah yang paling banyak memiliki masalah di muka bumi ini, sehingga kita tidak peduli dengan masalah yang dimiliki oleh orang lain. Bagaimana orang lain mau menyayangi kita kalau kita sendiri tidak peduli dengan mereka? Nah, perhatikan beberapa hal berikut ini agar nasib kita berubah menjadi lebih baik dan berkecukupan:

  1. Sadarilah bahwa nasib kita sepenuhnya adalah tanggung jawab diri kita pribadi, karena tak seorang pun di dunia ini yang akan peduli dengan nasib kita. Karena orang lain juga punya masalah yang harus mereka hadapi oleh diri mereka masing-masing.
  2. Perbanyak berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan orang lain, sehingga Tuhan pun membantu pekerjaan kita dan kehidupan kita menjadi lebih baik.
  3. Lakukan sesuatu selalu yang terbaik, jangan setengah-setengah.
  4. Jangan malas, bekerja cerdas dan disiplin, tambah terus pengalaman, pengetahuan, dan skill (keterampilan) kita.
  5. Jangan hanya berfokus pada nasib buruk yang menimpa, tetapi fokuslah pada perbaikan yang dapat kita lakukan.
  6. Upgrade terus kapasitas kita dengan membaca buku, mendengarkan podcast yang bermanfaat, mengikuti seminar, workshop, atau mengikuti kelas pelatihan di bidang tertentu.
  7. Jangan pernah berhenti belajar, meski sudah menyelesaikan pendidikan formal.

( sumber: https://koinworks.com/blog/mengubah-takdir/ )

Leave your thought