Lupa Diri

11 Jan
0 comment

Lupa Diri; Orang yang sedang mabuk pasti lupa diri. Bukan lupa dengan namanya sendiri, tetapi lupa dengan status: apa dan siapa dirinya –celakanya, begitu tersadar dia tidak bisa lagi kembali ke masa lalu karena semua sudah terlanjur terjadi, dan yang ada hanya penyesalan berkepanjanagan di dunia bahkan sampai ke akhirat.

Banyak hal yang bisa membuat orang mabuk dan akhirnya lupa diri: minuman (tertentu), makanan (tertentu), narkoba, kekuasaan, harta, wanita, dan lain-lain. Di sini kita akan membahas beberapa di antaranya:

  1. Kekuasaan

Ada tipe manusia yang sebelum berkuasa, dia sangat santun dan ‘alim’… namun begitu memiliki kekuasaan, dia jadi berubah –jadi lupa diri. Karakternya pun berubah, dari santun menjadi sombong dan angkuh… dari ‘alim’ menjadi pembangkang kepada Tuhan. Orang yang sedang mabuk kekuasaan ini cukup sulit disadarkan karena kalau dinasihati malah marah. Hanya ‘nasihat’ dari Tuhan yang tiba-tiba –dengan cara yang tak disangka-sangka apalagi diharapkan– seperti diberi penyakit, anak/keluarganya overdosis narkoba, dan sebagainya… barulah dia tersadar, tapi apa mau dikata: “Nasi sudah menjadi bubur”.

  1. Harta

Kalau hartanya diperoleh dari jalan yang ‘haram’, dapat dipastikan pemiliknya lupa diri –bukan akan, tetapi sudah. Dan orang-orang yang mabuk harta itu cenderung menggunakan hartanya di jalan yang ‘haram’ pula.

  1. Wanita

Kalau uang atau harta sudah di tangan, maka target selanjutnya: wanita. Orang-orang yang sudah dimabuk asmara –kalau tidak belajar agama– maka tidak ada lagi batas antara muhrim dan bukan muhrim, yang penting hawa nafsu tersalurkan (dengan cara yang tidak halal). Lupa diri, lupa keluarga, lupa istri, lupa anak, lupa status, lupa peran, lupa kewajiban, lupa tanggung jawab, dan seterusnya… Namun sebetulnya bukan lupa seperti orang yang pikun, melainkan hanya ‘seolah-olah’ lupa. Padahal justru semakin pandai… pandai berbohong, pandai mencari-cari alasan: keluar kota, ada rapat, seminar, lembur, dan lain-lain –bermacam alasan untuk memuaskan nafsu syahwatnya.

Orang yang sedang lupa diri tidak pernah memikirkan akibat dari perbuatannya. Dia baru sadar dari mabuknya itu setelah ‘jatuh’: kekuasaannya hilang, hartanya habis, ditinggal sang kekasih, dan sebagainya. Namun itu sudah terlambat. Tinggal penyesalan, frustasi, depresi… dan satu-satunya harapan hanyalah Tuhan Yang Maha Esa. Bertobatlah sebelum terlambat..!

( sumber: https://www.kompasiana.com/kedamaianhati/550e2b92813311892cbc62bb/mabuk-dunia-lupa-diri )

Leave your thought