Mendidik Anak Supaya Sabar

20 Sep
0 comment

Mendidik Anak Supaya Sabar; Seorang psikolog anak di Children’s Medical Center di Dallas Amerika, Pete Stavinoha, Ph.D., mengatakan bahwa balita belum memiliki kemampuan untuk bersabar. Itu sebabnya saat menunggu mereka akan merasa gelisah, menjadi cengeng, bahkan marah. Bagi mereka menunggu sebentar saja, seperti sesuatu yang rasanya lama.

Jangankan balita, bahkan orang dewasa pun belum tentu bisa bersabar akan suatu hal (tertentu) yang tidak dikehendaki –bahkan untuk sekedar mengantre, misalnya.

Nah, sebagai orang tua, pasti kita ingin agar anak-anak kita menjadi orang-orang yang sabar. Bagaimana caranya?  Untuk menjadi orang yang penyabar itu perlu proses dan pendidikan karakter yang kuat. Beberapa cara mendidik anak supaya sabar di antaranya:

  1. Mulailah ajari kesabaran pada anak sedini mungkin, bahkan ketika mereka masih balita. Misalnya: minta mereka tenang dan menunggu 1–2 menit ketika Bunda menyiapkan makanan untuknya. Kebiasaan sabar yang diajarkan sejak kecil ini akan berdampak baik kemudian hari. Seiring bertambahnya usia anak, Bunda dapat mendorong mereka untuk berlaku sabar untuk hal yang lebih besar lagi.
  2. Ajarkan mereka Self Control. Memiliki kesabaran adalah bentuk belajar bagaimana cara mengendalikan emosi dan tindakan mereka –bahkan ketika sedang merasa cemas, bersemangat, atau lelah. Minta anak untuk bisa mengendalikan dirinya, sebelum kita penuhi permintaanya. Memenuhi permintaan mereka ketika mereka sudah bisa mengendalikan diri akan menanamkan bahwa bertindak tidak sabar bukanlah cara untuk mendapat apa yang mereka inginkan.
  3. Orang tua perlu menunda beberapa hal tanpa alasan, yang tujuannya adalah mengajarkan kesabaran. Sebagai contoh: anak yang menginginkan hewan peliharaan, sebetulnya tidak harus memiliki hewan tersebut dalam waktu dekat. Namun ada baiknya keinginannya tersebut dipenuhi dengan menunggu waktu yang tepat, misal momen hari raya. Ini untuk mengajari mereka bahwa menunggu hal-hal ‘penting’ itu menyenangkan, dan menanamkan pada mereka bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya.
  4. Ajarkan mengantre atau menunggu giliran untuk sesuatu yang menyenangkan. Untuk bisa sampai pada tahap ini adalah dengan banyak berlatih. Contoh kecilnya, jika anak suka bermain ayunan di taman yang ramai, latih ia untuk mau mengantre saat bermain. Lakukan ini sesering mungkin. Ini juga membantu mereka untuk bersikap sabar dan sopan.
  5. Saat anak sudah beranjak besar, latih ia untuk tidak bersifat konsumtif. Jika ia ingin membeli sesuatu –yang hanya merupakan suatu keinginan, bukan benar-benar kebutuhan– maka kita tak perlu membelikannya atau meminjamkannya uang. Biarkan ia bersabar untuk mengumpulkan uang sampai apa yang ia inginkan terbeli. Selain mengajarkannya untuk menabung, ini akan mendidik mereka agar bersabar untuk mendapat apa yang mereka mau.

( sumber: https://www.haibunda.com/parenting/20181014172036-62-27601/5-cara-mengajarkan-anak-bersabar )

Leave your thought