Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus

15 Jun
0 comment

Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus; Sering kali, orangtua merasa stress, khawatir, cemas, dan lelah menghadapi anaknya yang memiliki kebutuhan khusus.

Jika Anda salah satu orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK), janganlah bersedih hati. Karena anak tersebut masih bisa tumbuh optimal.

Seseorang dapat menjadi yang terbaik versi dirinya sendiri dan bagaimana seseorang dapat menjalani hidup dengan bahagia dan optimis, bagaimanapun kondisinya. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua dalam mendidik ABK:

  1. Perlakukan anak sebagai manusia seutuhnya.

Yang harus ditanamkan pada pola pikir orangtua agar tetap bahagia ialah: mengakui, menerima, dan mengizinkan kondisi anak sebagaimana layaknya manusia yang harus diperlakukan dengan baik. Setiap anak memiliki keunikan, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing. Namun jangan jadikan keunikan dan kekurangan itu sebagai sesuatu yang menghalangi anak untuk belajar tentang aturan, norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

  1. Pendidikan sesuai kebutuhannya.

Ketika anak sudah tidak mampu mengikuti pelajaran di sekolah umum, orangtua jangan langsung menyerah begitu saja. Carilah alternatif pendidikan lain yang cocok dengan kondisi dan kebutuhan sang anak. Bisa ke sekolah inklusi, sekolah khusus untuk anak berkebutuhan khusus dan lain-lain. ABK harus tetap mendapatkan pendidikan demi menyalurkan potensi dan menggapai masa depannya, karena semua anak berhak untuk berguna bagi bangsa dan negara meskipun di lingkup yang berbeda-beda.

  1. Optimis terhadap kemampuan anak.

Beri kesempatan untuk tumbuh, maka ABK pun akan sukses pada waktunya. Banyak tokoh dunia yang berkebutuhan khusus: Stephen Hawking sang ilmuwan fisika, Satoshi Tajiri si pencipta Pokemon, Matt Savage seorang musisi jazz proefesional dan masih banyak lagi. Orang tua harus memberikan fasilitas sesuai minat, bakat, dan kreativitasnya. Bisa pula diajarkan untuk membatik atau membuat suatu kerajinan tangan. Yakinlah bahwa mereka dapat menunjukkan kepercayaan yang positif jika Anda juga menunjukkannya kepada anak. Maka mereka pun akan ikut merasa positif.

  1. Selalu bersyukur.

Salah satu teknik untuk meningkatkan emosi positif dalam diri: menulis hal-hal yang disyukuri dalam hidup. Dengan menulis daftar rasa syukur, orang tua dapat mengalihkan segala sesuatu yang negatif menjadi positif. Orang tua juga lebih merasa perhatian terhadap sekitar, optimis, energik, dan lebih dekat dengan anak. Maka pada akhirnya, orang tua pun akan merasa bahagia.

( sumber: https://edukasi.kompas.com/read/2020/02/08/10354101/orangtua-berikut-5-kunci-mendidik-anak-berkebutuhan-khusus?page=all )

Leave your thought