Anak Saya Tidak Punya Bakat Apa pun?

11 Jun
0 comment

Anak Saya Tidak Punya Bakat Apa pun;

Anda merasa kalau anak Anda tidak memiliki bakat, ataupun prestasi apa pun? Atau Anda resah karena anak sepertinya tidak punya minat atau kegemaran tertentu? Lalu kapankah anak Anda menemukan passion-nya?

Ketika anak lain berbakat

Ketika Anda melihat anak orang lain yang sejak dini sudah tampak berhasil dalam bidang bakat yang ditekuninya, sedangkan anak kita biasa-biasa saja, mungkin Anda merasa kecewa, atau merasa ‘tidak berhasil’ sebagai orang tua.

Dalam hal akademik, Anak Anda tidak menonjol, pun non-akademik.  Lalu, apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua saat anak masih juga belum menemukan bakatnya?

Apalagi yang disebabkan oleh suatu bakat dan prestasi, anak jadi bisa masuk ke sekolah favorit. Ambil cntoh di Amerika Serikat, menuliskan tentang passion jadi salah satu rekomendasi utama saat mendaftar ke universitas. Kalau sudah berbakat, sudah menemukan passion-nya sejak kecil, pasti bakalan sukses, yah?

Bertanya-tanya

Caranya bisa macam-macam: dari yang halus dengan meminta anak untuk mulai menggemari sesuatu, sampai mengajak anak les ini-itu, maka bakat anak bukan lagi suatu keseruan maupun hal yang asyik dilakukan anak, melainkan hal yang harus ditemukan dan dimiliki.

Pada awalnya anak yang belum menyadari bakatnya mungkin tidak terlalu peduli. Namun saat orangtuanya meminta, anak mulai berpikir tentang keharusan mempunyai bakat, kegemaran, atau passion. Bisa jadi, anak mulai bertanya-tanya dan mencari-cari. Namun karena berangkat dari tujuan yang tidak tepat –karena diwajibkan– anak akan menganggap kegiatan apa pun yang bagi teman-temannya menarik merupakan bakat yang bisa dikembangkan.

Lakukan Eksplorasi

Anak kemudian menghabiskan berbulan-bulan dengan mengikuti sebuah klub, kursus, atau les bakat, agar seolah-olah tampak memiliki kegemaran atau sedang menekuni sebuah bidang bakat. Ini tidak sepenuhnya salah, namun bisa jadi membuang waktu anak untuk mencoba beragam aktivitas lainnya. Bahkan, bisa jadi sebenarnya anak tidak senang dengan kursus atau les bakat yang dijalaninya. Bagaimana dengan anak Anda?

Saat Anda melihat bahwa anak belum punya bakat, atau belum memunculkan tanda-tanda tertentu, bukan berarti Anda dapat bergegas mengharuskan anak ‘menemukan’ bakatnya. Mengenal dan menekuni bakat adalah kebutuhan, bukan kewajiban. Kalau suatu kegiatan diwajibkan, maka yang awalnya menyenangkan bisa menjadi tekanan, keseruan menjadi paksaan.

Solusi mengenal bakat anak bukanlah dengan langsung mengursuskan anak, apalagi mengharuskan anak menggemari sesuatu. Sebaliknya, sesuai tips praktis mengenal bakat anak yang telah ditulis oleh Bukik Setiawan, di tahap pertamaanak justru butuh waktu yang memadai untuk mengeksplorasi dunia sekitarnya. Eksplorasi berarti memberi kesempatan anak untuk mencoba berbagai aktivitas dari delapan kecerdasan majemuk. Ini bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

( sumber: http://temantakita.com/anak-belum-menemukan-bakat/ )

Leave your thought