Sudahkah Menjadi Manusia yang Baru

23 May
0 comment

Sudahkah Menjadi Manusia yang Baru?; Bulan puasa (bulan penempaan diri) sudah berlalu… Hari Raya pun telah disambut… tak hanya di negara kita, tetapi juga di seluruh dunia.

Lalu bagaimana dengan amal kebaikan, sosial, dan ibadah kita… sudahkah lebih baik?  Sudahkah kita menjadi manusia yang ‘baru’..?  Tunggu dulu, apanya yang baru?  Bajunya..?  Pakaiannya..?  Kendaraannya..?  Rumahnya..?  Atau… pasangannya..?  hehehe..

Tentu saja bukan itu yang dimaksud, namun:

  1. Sabarnya

Kalau dulu kita sering berkata: “Bisa habis kesabaranku nanti”, atau: “habis sudah kesabaranku”… maka mulai sekarang, jadikan sabar itu adalah buah dari keikhlasan kita dalam menerima semua ketentuan Allah, Tuhan Yang Mahakuasa. Yakinlah, bahwa rencana Allah itu pasti baik dan indah.

Tidak boleh lagi kita sering kecewa, sakit hati, sedih dalam menerima ketentuan-Nya. Bukankah kita sudah tahu bahwa Tuhan tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya… dan Tuhan tentu tahu persis kesanggupan kita dan batas kemampuan kita.

  1. Sedekahnya

Kalau sebelumnya kita hanya gemar bersedekah ketika ada penggalangan dana saja, atau hanya di bulan Ramadhan saja, atau ketika ada yang minta sumbangan… maka mulai sekarang sedekah kita harus lebih ditingkatkan menjadi hal yang rutin. Buat jadwal tersendiri. Misalnya, setiap Jumat berbagi makanan atau setiap hari mengisi kotak amal. Tak harus banyak, asalkan rutin, maka itu jauh lebih baik.

  1. Gaya hidupnya.

Bagaimana dengan pola makan kita..?  Kesehatan fisik dan mental kita..?  Tentu tak kalah penting dengan amal-ibadah kita bukan…?  Bayangkan, akibat gaya hidup yang tidak sehat, kita bisa mengalami ‘hidup segan mati tak mau’ – maksudnya hidup dengan penyakit yang tak berkesudahan. Makan ini tidak boleh, minum itu tidak boleh…

Sudah berolahraga kah kita hari ini? Kalau dulu-dulu olahraga tidak masuk dalam jadwal rutinitas kita, maka sekarang ini sudah harus dimasukkan. Mengapa..? Karena olahraga yang kita lakukan secara rutin dapat membuat daya tahan tubuh kita lebih baik. Sehingga badan menjadi lebih sehat, bugar… ingin melakukan apa pun bisa.

Bagaimana dengan pola makan kita? Urusan makan itu tidak hanya terkait makanan sehat, tetapi juga polanya. Pola makan yang tidak jelas, makanan yang tidak sehat, dapat memicu penyakit lambung yang akhirnya akan menyebar ke mana-mana, menyebabkan berbagai penyakit lain yang jauh lebih parah. Jadi, mulailah mengatur pola makan kita. Perhatikan asupan makanan kita: makanan yang menyehatkan, atau yang menyakitkan (alias bikin sakit)?  Makanlah makanan –dan minuman– yang menyehatkan saja..!

Demikian, semoga bermanfaat.

( sumber:  https://republika.co.id/berita/ppmn7z319/sabar-itu-tak-ada-batasnya )

Leave your thought