Cara agar Tidak Mudah Marah kepada Anak

18 May
0 comment

Cara agar Tidak Mudah Marah kepada Anak; Banyak orangtua yang melampiaskan emosinya dengan memarahi atau membentak anak dengan dalih ingin mendisiplinkan anak.

Salah satu alasan mengapa orang tua tidak bisa menahan emosi pada anaknya ketika mereka berbuat salah adalah rasa takut. Ya, rasa takut bisa membuat orangtua spontan berteriak atau bahkan memukul anak. Misalnya ketika anak bermain air di dekat peralatan listrik yang tentu sangat berbahaya.

Kondisi orangtua yang sedang banyak pikiran atau stres berat juga bisa menjadi hal yang menyebabkan pelampiasan emosi pada buah hatinya. Padahal, wajar saja kalau anak-anak berbuat nakal atau melakukan kesalahan, karena memang sedang belajar soal batasan perilaku, mana yang boleh, dan mana yang tidak. Lalu, bagaimana cara menahan emosi saat anak berbuat salah?

  1. Haruskah melampiaskan amarah?

Pernahkah marah kepada anak hanya karena hal sepele? Maka, tetapkan dulu batasan-batasan perilaku mana yang perlu ditindak tegas dan mana yang masih bisa dibicarakan baik-baik. Ingat, tidak semua kenakalan anak harus direspon dengan cara memarahi atau menghukum anak. Hati kita pun akan menjadi lebih tenang dan tentram.

  1. Tahan emosi, tenangkan diri!

Saat melihat anak bikin ulah, kita mungkin jadi naik pitam dan akhirnya berteriak atau membentak. Kita bisa menghindari luapan emosi ini dengan berbagai cara untuk membuat diri serileks mungkin. Hal pertama yang paling mudah dilakukan adalah dengan cara menarik napas sedalam mungkin. Embuskan dan ulangi beberapa kali sampai emosi lebih stabil. Kedua, kita bisa pergi menjauh dulu dari si kecil, misalnya ke kamar. Jika sudah merasa lebih tenang, baru boleh mengajak anak berbicara dan menasihati untuk tidak mengulanginya lagi.

  1. Jangan pukul!

Memukul itu seperti mengajarkan anak-anak bahwa menyakiti orang lain itu diperbolehkan, dan ini dapat menyebabkan mereka percaya bahwa cara memecahkan masalah adalah dengan menggunakan kekerasan. Maka, untuk mendisiplinkan anak, jangan memukul atau menyakiti anak secara fisik. Apalagi kekerasan bisa membuat anak kehilangan kepercayaan pada orangtua sehingga ia justru akan bertingkah lebih nakal lagi.

  1. Kontrol kata-kata dan cara bicara

Riset menunjukkan: semakin tenang kita berbicara, semakin mudah juga kita menenangkan perasaan dan menahan emosi. Sebaliknya, jika kita menggunakan kata makian atau bentakan pada anak, semakin naik juga amarah dalam diri. Coba kendalikan cara bicara sehangat mungkin. Semakin sering dilatih, kita bisa menguasai diri dan membuat anak mengerti bahwa perilakunya itu salah dan tidak pantas untuk dilakukan.

( sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/03/085415020/5-teknik-mengendalikan-emosi-saat-mendisiplinkan-anak?page=all )

Leave your thought