Apa Bakat dan Potensi Anak Saya (2)

16 Apr
0 comment

Apa Bakat dan Potensi Anak Saya  (2); Secara genetik, bakat ini memang sudah ada sejak lahir. Bakat dapat didefinisikan sebagai: kelebihan yang di dalam diri seseorang yang membawa manfaat atau meninggalkan kesan bagi orang-orang. Bakat yang sudah ada di dalam diri anak harus ditemukan dan dikembangkan. Apabila bakat seorang anak bisa ditemukan dan mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar untuk semakin dikembangkan maka ia akan menjadi anak berbakat.

Lalu, bagaimana cara mengetahui bakat anak? (dalam artikel sebelumnya sudah dibahas sampai poin ke-4, mari kita simak poin-poin selanjutnya):

  1. Perhatikan keunggulannya pada hal-hal tertentu

Kurang baiknya nilai pelajaran (akademis) anak di sekolah bukan berarti anak Anda tidak berbakat ataupun ‘bodoh’. Bakat akademis seperti sains dan matematika, ataupun bahasa Inggris misalnya, hanya salah satu dari sekian banyak jenis bakat.

Bakat mencakup hal yang sangat luas. Jadi, bila anak Anda tidak berprestasi secara akademis, berarti ia memiliki bakat nonakademis. Segera temukan bakat nonakademis yang dimiliki oleh anak Anda. Mungkin saja ia memiliki suara yang sangat indah –dapat menjadi penyanyi handal.

  1. Perhatikan aktivitas anak di luar rumah

Biasanya anak memiliki aktivitas di luar rumah: di sekolah, misalnya. Kegiatan anak di sekolah selama 7 jam (bahkan lebih) itu perlu diperhatikan. Tentu saja Anda tak perlu ikut menemaninya di dalam kelas. Cukup bertanya kepada guru dan teman-temannya. Cari informasi sebanyak mungkin terkait minat dan bakatnya.

  1. Berkonsultasi dengan sang ‘pakar’

Orang-orang yang memiliki keahlian untuk mengetahui bakat anak biasanya memiliki pendidikan psikologi atau berpengalaman di bidang parenting dan pendidikan. Anda juga bisa berkonsultasi dengan para ahli dalam bidang jenis keahlian tertentu dimana anak Anda ‘terlihat’ memiliki bakat di bidang itu –beliau dapat ‘melihat’ dengan lebih jelas bakat anak Anda.

  1. Dukung anak untuk mendalami bidang tertentu secara serius

Jika anak pernah berminat pada bidang tertentu, namun hanya sebentar: baru beberapa bulan, bahkan hari, sudah berhenti begitu saja… ini adalah hal yang wajar karena anak masih dalam tahap mengeksplorasi minat dan bakatnya, masih mencari-cari.

  1. Tantang anak Anda untuk membuat suatu ‘real project’

Tantang anak Anda untuk menghasilkan suatu karya nyata. Misalnya, membuat suatu karya ilmiah –kalau ia terlihat punya bakat dalam bidang sains. Tetapi jangan langsung menantang anak sebelum ia memiliki pengetahuan yang cukup dalam bidang tersebut.

 

(sumber: doktersehat.com)

Leave your thought