Mengenal Multiple Intelligence

14 Apr
0 comment

Mengenal Multiple Intelligence; Multiple intelligence adalah (multi) kecerdasan yang merupakan kemampuan seseorang untuk menyelesaikan suatu masalah. Kecerdasan itu meliputi daya pikir dan kognitif. Perkembangan kognitif terdiri dari:

  1. Sensorimotor à  usia 0 – 2 tahun,
  2. praoperasioanal à  usia 2 – 7 tahun,
  3. operasional konkret à  usia 7 – 12 tahun,
  4. operasional formal à  usia > 12 tahun

          Multiple intelligence dipelopori oleh Prof. Dr. Howard Gardner seorang psikolog dan ahli pendidikan dari Universitas Harvard, Amerika. Semula multiple intelligence hanyalah 8 jenis kecerdasan, namun seiring perkembangan waktu dan ilmu pengetahuan, menjadi 9 jenis kecerdasan, yaitu :

  1. kecerdasan linguistik (linguistic intelligence): kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif baik secara lisan maupun tertulis. Lingustik tertulis dapat dicontohkan dalam kemahiran mengarang puisi, cerpen, novel, dan lain-lain. Sedangkan lingustik lisan berupa kemahiran pidato, bercerita, dan mendongeng.
  2. kecerdasan matematis-logis (logical-mathematical intelligence): berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika. Biasanya mampu mengenal dan mengamati konsep jumlah, waktu dan prinsip sebab-akibat, mampu mengamati objek dan paham fungsi dari objek tersebut dan pandai dalam memecahkan masalah yang menuntut pemikiran logis
  3. kecerdasan ruang (spatial intelligence): kemampuan menangkap dunia ruang visual secara tepat dan juga mengenal bentuk dan benda secara tepat. Biasanya senang mencoret-coret, menggambar, melukis, dan lain-lain.
  4. kecerdasan kinestetik-badani (bodily-kinesthetic intelligence): kemampuan untuk menggunakan tubuh dan gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Biasanya memiliki kontrol yang baik pada gerakan keseimbangan, ketangkasan, dan keanggunan dalam bergerak, dan menyukai pengalaman belajar nyata yang menggunakan fisik, senang menari, olahraga, dan mengerti hidup sehat, suka menyentuh, memegang dan bermain dengan apa yang sedang dipelajari dan suka belajar yang suka terlibat secara langsung.
  5. kecerdasan musikal (musical intelligence): kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara; peka terhadap ritme, melodi, dan intonasi serta kemampuan memainkan alat musik. Anak yang memiliki kecerdasan musikal biasanya menyukai banyak alat musik dan selalu tertarik untuk memainkan alat musik, senang bernyanyi dan lain-lain.
  6. kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence): kemampuan untuk mengerti dan peka terhadap perasaan, intense, motivasi, watak, maupun temperamen orang lain. Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal biasanya mengenal emosi diri sendiri dan orang lain, serta mampu menyalurkan pikiran dan perasaan dan mampu bekerja mandiri dan mengembangkan konsep diri secara baik.
  7. kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence): kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasar pengalaman diri serta mampu berefleksi dan menjaga keseimbangan diri, kesadaran tinggi akan gagasan-gagasan. Biasanya memiliki hubungan baik dengan orang lain, pandai menjalin hubungan sosial, mampu memahami orang lain, dan berkomunikasi dengan baik, dan juga mampu menyesuaikan diri dengan kelompok yang berbeda.
  8. kecerdasan lingkungan/naturalis (naturalist intelligence): kemampuan untuk mengerti flora dan fauna dengan baik, menikmati alam, mengenal tanaman dan binatang dengan baik. Biasanya suka mengamati, mengenali, berinteraksi, dan peduli dengan objek alam, tanaman atau hewan dan juga gemar melakukan aktifitas outdoor seperti jalan-jalan.
  9. kecerdasan eksistensial (existential intelligence): kemampuan yang berkaitan dengan kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam keberadaan atau eksistensi manusia. Biasanya memiliki kesadaran tinggi dalam menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan memiliki upaya untuk selalu menjadi lebih baik lagi.

 

(sumber: kompasiana.com)

Leave your thought