Biografi M Ammar Hafizh Fadhilah

18 Apr
0 comment

Konon kebanyakan orang yang sukses biasanya melewati masa kecil dengan penuh rintangan dan hambatan. Hal itulah yang kelak membuat seseorang hafiz memiiki mental yang kuat di masa akan datang. M. Ammrar Hafizh Fadhilah ini salah satunya.

Ammar Hafizh Fadhilah dengan kulit putih, rambut lebat, dan wajah bulat, sangat terlihat sekali aura sundanya. Pada masa kecilnya benar-benar memprihatinkan, apalagi untuk di sekolahnya dulu kerap menjadi bahan bulan-bulanan bagi teman-teman seumurannya. Ibarat istilah anak zaman sekarang adalah dibullly. Sekolahnya yang dulu di boarding school. Boarding school atau sekolah berasrama adalah sebuah sistem pendidikan formal yang mengatur kegiatan siswanya selama 24 jam sehari, dari bangun tidur hingga tidur kembali. Sehingga yang mengontrol hanya orang yang berada di asrama. Orangtua hanya tau laporan dari yayasan, guru dan teman-temanya di sana. Hal ini yang membuat orang tuanya tidak tau yang sebenarnya terjadi.

Singkat cerita karena di bully di boarding school tersebut ammri hafiz menjadi pendiam dan kurang bergaul dengan temannya. Otomatis bakat minatnya tidak terasah maksimal dan akhirnya mental dia turun. Karena Bakat adalah kondisi atau serangkaian karakteristik yang dipersepsikan sebagai indikasi kemampuan individu dalam memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau serangkaian respon dengan melalui latihan. Jadi bakat merupakan hasil interaksi antara hereditas & pendidikan. Sifat atau kemampuan potensial yang ada dalam diri individu dan dapat berkembang apabila mendapatkan stimulasi yang tepat. Ketika pendidikan sudah bagus tapi hal lain mental dia sudah turun akhirnya bakat dia tidak berkembang. menurut Thurstone, kemampuan mental individu memiliki beberapa dimensi seperti berikut ini:

  1. Verbal (V): pemahaman akan hubungan kata, kosa kata, dan penguasaan komunikasi lisan.
  2. Number (N): kecermatan & kecepatan dalam penggunaan fungsi-fungsi hitung dasar.
  3. Spatial (S): kemampuan mengenali berbagi hubungan dalam bentuk visual.
  4. Word Fluency (W): kemampuan mencermati dengan cepat kata-kata tertentu.
  5. Memory (M): kemampuan mengingat gabar, pesan, angka, kata-kata, dan bentuk pola-pola.
  6. Reasoning (R): kemampuan mengambil kesimpulan.

Berdasarkan hal tersebut orangtuanya mencari cara agar minat dan bakatnya terasah dan bisa bersekolah dan akhirnya orang tunya mencari sekolah yang menujang itu semua, setelah mencari-cari sekolah akhirnya hafizh menentukan untuk bersekolah di Fikar School.  FIKAR SCHOOL adalah lembaga sekolah yang menggunakan metode “Coaching” agar setiap siswanya dibimbing dan diarahkan sesuai dengan bakat, minat, maupun potensi sebagai bekal hidup mereka kelak. Fikar School berdiri tahun 2008. Fikar School yang di kejar bukanlah sekedar nilai yang bagus, akan tetapi sejauh mana mereka akan sukses dimasa depan. Karena itu, tidak ada kata istilah “tidak naik kelas” di Fikar School. Juga tidak ada istilah “bodoh” maupun “gagal”, yang ada hanyalah produktif atau tidak? dan kooperatif atau tidak?.

Tujuan Fikar School sesuai dengan orang tua hafizh inginkan, bagaimana bakat anaknya terasah yaitu dengan bersekolah dan menyalurkan hobinya. Sekolah dan hobinya tidak bertentangan karna sekolah di Fikar School hanya fokus ke mata pelajaran UN, sehingga banyak waktu untuk mengembangkan bakatnya.

Pada awalnya hafizh suka dengan hewan, seperti ular dan sugar glider. Selain hobinya dengan hewan hafizh juga suka dengan robotic dan di temani guru roboticnya langsung dating ke rumah. Dengan rutinitas seperti itu akhirnya terasah bakat dia di dunia robotic dan mendapatkan prestasi di beberapa perlombaan robotic nasional dan inter nasional seperti di Malaysia.

 

Leave your thought